Sejarah Masuknya Agama Buddha di Dunia

Seseorang dikatakan beriman apabila mereka percaya akan keberadaan Tuhan mereka, dan sebagai umat yang baik sudah seharusnya setiap manusia itu bisa melaksanakan semua perintah agama dengan baik serta mampu untuk menjauhi segala bentuk larangan yang ada di dalam ajaran agama mereka. Di dunia ini, agama itu tidak hanya Islam saja, melainkan ada pula agama Kristen, Hindhu, Buddha, dan lainnya. Setiap agama tersebut tentu ingin menjadikan penganutnya sebagai umat yang taat kepada ajaran agama. Yakni dengan cara menyebarkan kebaikan kepada sesama umat manusia tanpa harus memandang agama yang mereka peluk. 

Ajaran Buddha sendiri mulai muncul karena ada pihak yang kurang menyukai adanya kedudukan dari Kasta Brahmana yang dinilai sangat istimewa. Sebab pada saat itu, Kaum Brahmana memiliki hak untuk mempelajari dan menguasai kitab Weda. Dan karena itulah ajaran agama Buddha mulai muncul dan mulai disebarluaskan oleh masyarakat, hingga mulai dikenal dengan sebutan Buddhisme. Lalu semenjak itu, agama Buddha mulai tersebar ke beberapa negara, dan mengalami perkembangan yang pesat dan hingga kini sekitar kurang lebih 507 juta orang di seluruh dunia yang menganut agama Buddha.

Sejarah Awal Mula Lahirnya Agama Buddha

Agama Buddha merupakan salah satu ajaran agama yang disebarkan oleh Sidharta Gautama selama abad 6 SM. Sidharta Gautama lahir di sebuah wilayah bernama Lumbini, Nepal. Ia merupakan putra dari Raja Siddhodana dari Kerajaan Kapilawastu dan merupakan keturunan dari bangsa Sakya. Semenjak itu Siddharta Gautama lebih dikenal dengan sebutan Buddha Gautama atau Sakyamuni. Pada awalnya, Buddha bukanlah merupakan sebuah agama, melainkan sebuah paham baru yang terdapat di dalam agama Hindhu.

Sidharta Gautama mendapat pencerahan setelah dirinya melakukan meditasi di bawah pohon Bodhi. Selama 45 tahun Sidharta menyebarluaskan agama Buddha yang dimulai dari wilayah sekitar lembah Sungai Gangga, India. Sri Bhagawa (Buddha) mulai menyampaikan ajarannya yang pertama kali di Taman Rusa Benares, India. Di dalam penyebarannya, agama Buddha ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, tepatnya setelah Maharaja Asoka dari Kekaisaran Maurya (273 SM – 232 SM) berhasil mengalahkan Kerajaan Kalingga yang berada di India. Semenjak itu, Maharaja Asoka mulai menyebarluaskan agama Buddha sampai ke wilayah Laut Tengah. Dan di wilayah Asia sendiri, ajaran agama Buddha mulai masuk untuk pertama kali yakni di negara Myanmar (200 SM) yang disebarkan oleh Maharaja Asoka.

Di dalam agama Buddha, terdapat istilah “Mahayana” dan “Hinayana” yang merupakan aliran utama dalam agama tersebut. Pertama kali munculnya istilah “Mahayana” ini pada abad 1 SM – 1 M. Mahayana sendiri di dalam bahasa Sansekerta memiliki arti “kendaraan besar”. Di dalam sejarahnya, filosofi Mahayana memiliki dua aliran yang terkenal, yaitu Madhyamika (oleh Nagarjuna pada abad 2 M) dan Yogacarya / Vijnanawada (oleh Asangga dan Vasubandhu pada abad 4 M). Dan mulai disebarkan dari negara India ke wilayah Asia Tengah, Asia Tenggara, Jepang, dan Tiongkok pada abad 6 M. Selain aliran Mahayana, pada awal Masehi filosofi Hinayana juga banyak dianut. Hinayana memiliki arti “kendaraan kecil” dan dipimpin oleh Sthavira. Perbedaan dari Mahayana dan Hinayana adalah terletak pada keinginan mereka di dalam agama tersebut, karena bagi penganut Buddha Mahayana ingin menjadi Bodhistwa, sedangkan pada penganut aliran Buddha Hinayana memiliki keinginan menjadi seorang arahat.

Dalam hal filosofisnya, konsep Buddha Mahayana adalah terdapat banyak politeisme dan adanya banyak dewa-dewa suci dan agung (seperti ajaran agama Hindhu). Karena di dalam ajaran Mahayana, terdapat upacara pemujaan kepada Buddha dan memberikan persembahan kepada Buddha, bukan hanya itu saja, di sini juga meyakini adanya dewa dan para pendampingnya (disebut sebagai Sakti). Berbeda dengan ajaran Mahayana, pada ajaran Hinayana dianggap lebih sesuai dengan ajaran Buddha sesungguhnya. Sebab, penganut ajaran Hinayana ini tidak mengenal adanya dewa-dewa yang dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Sehingga di ajaran ini tidak ada upacara keagamaan ataupun pemujaan kepada sang Buddha.

Di dalam agama Buddha, terdapat empat kepercayaan yang terkenal, yaitu : 

  1. Dukha (penderitaan).

Selama manusia hidup di dunia pasti akan mengalami banyak penderitaan, dan agama Buddha ini membantu manusia agar lebih bisa memahami makna dari penderitaan dan bagaimana cara untuk mengatasi penderitaan tersebut.

  1. Samudaya (penyebab dari penderitaan)

Biasanya penderitaan terjadi karena perilaku manusia yang terlalu memikirkan dunia, misalnya kesenangan semata dan harta.

  1. Nirodha (niat untuk menghilangkan penderitaan)

Nirodha yang sesungguhnya memiliki arti “pemadaman”, yang mana maksudnya adalah segala bentuk penderitaan bisa dihilangkan dengan cara mengubah perilaku buruk yang dapat menimbulkan penderitaan.

  1. Margha (cara untuk menghilangkan penderitaan)

Sebagai salah satu cara untuk menghilangkan penderitaan adalah berusaha untuk menghindari kesenangan duniawi. Salah satunya dalah menghentikan budaya hedonisme yang ada dalam pikiran orang tersebut.

Vihara Yang Terkenal Unik di Dunia

Sebagai salah satu agama dengan jumlah penganut yang besar di dunia, ajaran agama Buddha ini memiliki hari raya Waisak, dan memiliki tempat ibadah bernama Vihara / Wihara. Sebagai tempat untuk beribadah sekaligus tempat bagi penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, vihara terkenal terdapat di beberapa negara, misalnya saja seperti : Vihara Xuang Kong / Hanging Monastery yang berada di dekat kota Datong, Provinsi Shanxi, China; Vihara Bagan / Pagan yang terletak di tepi Sungai Ayerwaddy, Burma, Myanmar; Vihara Ganden / Ganden Monastery yang berada di puncak Gunung Wangbur, Kota Lhasa, Provinsi Tibet; Erdene Zuu Monastery di Kota Karakorum, Mongolia; Tawang Monastery di Arunachal Pradesh, India; Taktsang Monastery di lembah Paro, Bhutan; dan Taung Kalat yang berada di Gunung Popa, Myanmar.

Negara Penganut Agama Buddha Terbesar di Dunia

  1. China

Menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah populasi agama Buddha terbesar di dunia, di negara tersebut terdapat sebanyak 15% dari jumlah total penduduk China yang menganut ajaran agama Buddha Mahayana, yakni setara dengan 244 juta jiwa.

  1. Thailand 

Pada Negara Seribu Pagoda ini populasi masyarakat yang beragama Buddha mencapai sekitar 95% atau sekitar 64,4 juta orang. Di negara tersebut mayoritas penduduknya beragama Buddha jadi tidak heran jika Thailand memiliki julukan sebagai “Negara Seribu Pagoda”.

  1. Jepang

Sejarah masuknya agama Buddha di Jepang adalah melalui negara China pada 552 M. Pada saat itu, biksu-biksu muda banyak dikirim dari China ke Jepang untuk menyebarkan luaskan agama Buddha di negara tersebut. Dan sekarang ini jumlah penganut agama Buddha di Jepang mencapai 35% dari total keseluruhan penduduk yaitu 45,8 juta orang. Dan di sana juga terdapat patung Buddha berukuran raksasa yang terletak di kota Ushiku.

  1. Myanmar

Sekitar 88% penduduk Myanmar menjadi penganut agama Buddha yakni sekitar 38,4 juta penduduk. Pada tahun 1057, biksu-biksu dari Sri Lanka datang ke Myanmar. Sayangnya, meskipun berkembang cukup pesat tetapi aliran Theravada yang sekarang terkenal sangat keras dan bersifat militan. Banyak biksu Buddha di Myanmar yang membantai umat Muslim Rohingya di negara tersebut.

  1. Sri Lanka

Negara ini memiliki jumlah total 70% dari penduduknya yang memeluk agama Buddha, atau sekitar 14,4 juta jiwa. Di negara ini agama Buddha mulai masuk pada abad ke 3 M, yakni tepatnya setelah Maharaja Asoka mengutus kedua anaknya untuk menyebarluaskan agama ini di negara tersebut.

  1. Vietnam

Agama Buddha mencapai puncak kejayaan pada masa Kerajaan Champa. Pada saat itu banyak raja-raja yang mulai membangun tempat ibadah berupa Vihara. Dan jumlah pemeluk agama Buddha di Vietnam ada 14,3 juta orang.

  1. Kamboja

Terdapat sebanyak 96% penduduk Kamboja menjadi umat agama Buddha yakni sekitar 13,6 juta penduduk. Dan yang terkenal disini adalah Buddha yang beraliran Theravada sejak dari abad ke 13 M.

  1. Korea Selatan

Di Korea Selatan agama Buddha mulai tersebar pada abad ke 3 M, yakni terpatnya ketika paderi asal India singgah di wilayah Kerajaan Baekje. Sebanyak 15,5% atau 11 juta penduduk di Korea Selatan menganut agama ini. Dan di negara ini agama Buddha menjadi agama terbesar ke-3 yang dianut oleh masyarakatnya.

  1. India

Meskipun pada awalnya agama Buddha ini lahir di negara India, tetapi sekarang ini jumlah masyarakat yang menganut agama Buddha ini tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan negara penganut Buddha lainnya. Yakni hanya sebesar 0,7% atau 9,2 juta jiwa. Di India, agama Hindhu menjadi lebih populer di sana daripada agama Buddha.

  1. Malaysia

Di Malaysia agama Buddha merupakan agama terbesar ke-2 di negara tersebut. Sampai sekarang ini, terdapat 19% jumlah penduduk Malaysia yang menganut agama Buddha, atau sekitar 5 juta. Dan banyak dari penganutnya merupakan Etnis China.